SENDAWAR – Dalam upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Badan Pendapatan Daerah bersama Dinas Pertanian Kab. Kutai Barat, melaksanakan kegiatan analisis pengembangan potensi retribusi daerah triwulan I Tahun 2026, bertempat di Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk pemetaan dan mengetahui potensi retribusi daerah yang masuk kedalam golongan jasa usaha. Kegiatanan ini tidak hanya terletak pada penambahan objek/usulan retribusi baru, tetapi lebih signifikan pada optimalisasi retribusi yang sudah ada melalui penertiban data subjek/objek, peningkatan efektivitas pemungutan, dan penutupan celah kebocoran.
Kabid Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Non PBB-P2 & Non BPHTB Hery Yulandi, S.Sos., M.Si bersama Hartisyah Riana Dewi, SE selaku Kasubbid Retribusi Daerah turun kelapangan guna melakukan peninjauan langsung, didampingi Drh. Christine Susasanti, Medik Veteriner Ahli Muda pada Dinas Pertanian. Peninjauan ini dilakukan agar tim dari Badan Pendapatan Daerah dapat mengenal lebih jauh keadaan dan kondisi objek retribusi daerah, khususnya fasilitas Rumah Potong Hewan yang menjadi salah satu sumber pendapatan potensial.
Drh. Christine Susasanti menjelaskan beberapa hal mengenai mekanisme pelayanan di Rumah Potong Hewan, termasuk jenis hewan ternak yang dipotong, frekuensi pelayanan, hingga jangka waktu pemakaian fasilitas. Aspek-aspek tersebut menjadi variabel penting dalam penghitungan retribusi pelayanan rumah potong hewan ternak.